Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 5 Part 1
VRALTIMES || Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 5 Part 1 || Sinopsis berikut di mulai dari Seseorang perempuan A lagi mengobrol dengan temannya, perempuan B, di telpon. Ia meringik karena Ibunya memforsir dia buat berangkat ke kebaktian yang diadakan oleh Ki Serta juga seperti biasa dirumah doa. Ia sudah mengenali kabar tentang Ki sehingga ia merasa khawatir.
“ Apakah kamu tahu kalau kamu akan memperoleh hadiah utama? Kamu begitu beruntung,” komentar perempuan B sembari tertawa.
“ Saat sebelum itu terjadi, saya akan berada di akhirat,” balas perempuan A, tidak bahagia.
“ Hidup itu semacam hutan. Entah kalian mati ataupun menewaskan orang lain.”
Seseorang laki- laki tiba- datang berjalan di dekat perempuan A, membuat perempuan A kaget. Ia kemudian menjerit serta meringik jengkel, pada saat laki- laki tersebut telah pergi.“ Terdapat banyak orang aneh di mari,” keluhnya kepada perempuan B.
Bunda perempuan A telah menunggu didepan pintu masuk. Pada saat perempuan A tiba, ia langsung menarik tangan perempuan A buat mengikutinya ke ruangan doa.
“ Saya tidak mau melakukan ini. Ia pembunuh mesum,” keluhan perempuan A. Sembari membiarkan dirinya di tarik oleh Bunda.
“ Kenapa mengatakan perkata sekejam itu? Kalian ingin seorang mati?” balas Bunda, memarahi nya dengan tegas.
“ Segala dunia ketahui, Terkecuali Bunda serta juga Bapak.”
“ Itu perkata iblis yang menjebak Pak Park,” kata Bunda, membela Ki Serta.
Didalam ruangan doa. Ki Serta berkhotbah. Dikala perempuan A masuk ke dalam ruangan, ia menyudahi berdialog dan mempersilahkan perempuan A buat duduk di hadapannya. Perempuan A tidak ingin, tetapi Bunda memaksanya.
Ki Serta memegang kepala perempuan A.“ Saya percaya kamu sempat mengajukan persoalan ini." Mengapa kalian memberiku begitu banyak kesusahan?"
Mengapa si Pencipta yang mengidap bersama kita berikan kita kesusahan? Tidak hanya itu, mengapa ia mengizinkan Park Ki Serta, Tuhan dalam bentuk manusia buat hadapi kesusahan seberat itu?” katanya, membagikan ajaran sesat kepada para pengikut nya.
“ Kehidupan abadi,” kata para pengikut dengan bodohnya.
Sembari berbicara, Ki Serta secara sengaja mengelus balik kuping perempuan A sekilas. Serta itu membuat perempuan A merasa ngeri, ia memandang ke arah Ibunya, tetapi Ibunya lagi menutup mata sebab fokus mencermati perkataan Ki Serta. Dengan terpaksa, perempuan A juga cuma dapat diam saja.
Perempuan A mulai merasa ngantuk, ia menguap sedikit serta setelah itu ia tertidur.
Disaat perempuan A terbangun, ia kaget memandang terdapat bercak darah di pakaiannya, pula mendengar teriakan para pengikut yang menjerit. Serta dikala ia memandang ke arah mereka menjerit, ia memandang mayat Ki Serta. Serta ia merasa sangat kaget.
“ Tidak mungkin,” gumamnya.
Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 5 Part 1 - Regu forensik serta regu polisi tiba buat mengecek tempat peristiwa. Sun Mi memaparkan kepada Dong Baek kalau terdapat 20 orang disekeliling Ki disaat ia wafat. Serta Dong Baek mengiyakan kalau itu benar, tetapi tidak terdapat seseorang juga yang tahu. Serta tidak ada seseorang juga yang ingat disaat pembunuhan terjadi.
“ Ada pengawal yang melindungi bagian luar tempat ini,” kata Sun Mi. Setelah itu ia teringat perkataan Dong Baek yang sempat berkata mau menewaskan Ki Serta. Jadi diapun memandang sedikit curiga kepada Dong Baek.“ Bukankah itu terdengar semacam deklarasi perang melawan kekuatan supermu? Mereka terencana menarik atensi seolah mengadakan pertunjukan sulap,” jelasnya, menduga.
“ Menarik. Mungkinkah ada orang lain berkekuatan luar biasa sepertiku?” balas Dong Baek dengan perilaku tenang.
“ Bisa jadi mereka lebih kokoh. Gimana bila mereka dapat menghapus ingatan orang?” tanya Sun Mi. Serta Dong Baek memandang heran padanya.“ Sebab itu kamulah terdakwa utamanya mulai disaat ini.”
“ Kamu bercanda? Seperti katamu, saya tidak dapat menghapus ingatan orang,” keluhan Dong Baek, tidak terima di curigai.
“ Entahlah. Cuma kamu yang ketahui itu.”
Dong Baek mendengus geli. Dengan tenang, ia membagikan anjuran. Ia telah siap buat menerima hukuman mati, jadi ia menyuruh Sun Mi buat mengantarkan pesan perintah padanya. Juga bakal lebih baik bilang seseorang kenalannya yang mengintrogasi nya.
Sehabis berkata itu, Dong Baek pergi dengan jengkel. Serta Sun Mi memperhatikannya.
Inspektur A mendekati Sun Mi serta melapor. Kemarin, Dong Baek terdapat dirumah semalaman. Dan terdapat puluhan media disitu. Tetapi Sun Mi senantiasa merasa sedikit curiga, ia kepingin bukti pasti kalau Dong Baek benar terdapat di dalam ruangan semalaman.
“ Baiklah. Saya hendak memeriksanya.”
Dong Baek bertekad buat pergi dari gedung. Tetapi tiba- tiba ia merasakan suatu di satu buah ruangan. Jadi diapun mengintip ke dalam ruangan tersebut secara diam- diam. Serta disitu ia memandang ada suatu lukisan malaikat dengan manusia di dasar nya.
Sun Mi mencermati anggota regu forensik yang lagi mengecek tempat peristiwa. Tempat dimana Ki Serta di bunuh memakai palu oleh Pembunuh.
Dong Baek merasa kaget memandang lukisan tersebut. Ia masuk ke dalam ruangan serta mendekat ke arah lukisan buat memandang lebih jelas.
Didalam lukisan. Manusia yang terletak dibawah malaikat, mengingatkannya pada Bunda di dalam ruangan hitam. Malaikat yang memegang suatu di tangan nya, mengingatkannya pada Pelaku yang memegang palu buat memukul Bunda di dalam ruangan hitam.
Dong Baek berdiri terpaku memandang lukisan tersebut.
" Episode 5: Doa buat Proteksi"
" Kepolisian Metropolitan Seoul"
Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 5 Part 1 - Didalam ruangan rapat, Sun Mi serta seluruh detektif berkumpul. Shin Woong mengawali rapat, ia mempertanyakan, apakah kekuatan buat menghapus ingatan itu masuk ide. Serta Sun Mi menanggapi kalau itu belum di yakinkan, tetapi ia hendak mencari fakta yang menunjang kejahatan supernaturan tersebut serta tipu energi nya. Karena bila ini tidak berkaitan dengan supernatural, hingga ini bias jadi sangat rumit
“ Apa kamu memberitahukan ini dilakukan orang berkekuatan luar biasa kedua?” tanya Shin Woong.
“ Bisa jadi bukan orang kedua,” jawab Sun Mi.“ Kujelaskan sesudah ada hasilnya.”
Shin Woong diam serta berpikir. Kemudian ia menanyai Young Soo, berapa lagi Young Soo dapat menahan para wartawan. Serta Young Soo menanggapi optimal satu hingga 2 minggu.
“ Regu Investigasi Spesial dapat mulai bekerja lagi, tetapi waktumu 3 hari,” kata Shin Woong, memutuskan.“ Cari ketahui apakah itu kejahatan supernatural ataupun psikopat palsu. Paling tidak kita butuh tahu itu buat mengatakan pada bangsa kita.”
“ Baik, Pak,” jawab Sun Mi dengan patuh.
Sehabis rapat berakhir, Shin Woong memanggil Sun Mi buat tetap tinggal di dalam ruangan. Jadi seluruhnya juga pergi meninggalkannya.
Dong Baek mencari tahu di internet tentang‘ Baptis Api’. Serta ia mendapatkan lukisan yang nyaris sama persis dengan lukisan yang terletak di dalam ruangan tadi.
Shin Woong menanyai Sun Mi, apa maksud Sun Mi tentang tidak bisa jadi terdapat 2 orang berkekuatan luar biasa. Serta Sun Mi menarangkan kalau disaat ini Dong Baek sudah di anggap bagaikan tersangka, karena ini akan sangat rumit bila orang baru berkekuatan luar biasa muncul. Sebab kekuatan menghapus ingatan, itu lebih baik dari Dong Baek.
“ Pisau Ockham?” gumam Shin Woong.“ Tetapi mengapa kalian tidak bertanya mengapa saya mengawasinya?” tanyanya. Serta Sun Mi menanggapi kalau ia merasa tidak berhak buat bertanya. Mendengar itu, Shin Woong tersenyum.“ Bukankah aneh melihatku gugup sebab seorang berkekuatan luar biasa?
Kalian pikir itu sebab terdapat yang kusembunyikan?” tanyanya, menduga benak Sun Mi tentang keputusannya.“ Saya melaksanakan ini demi organisasi kita. Keberhasilan Baek berarti kejadian kita. Orang bercanda tentang gimana satu laki- laki berkekuatan luar biasa lebih kompeten daripada 120. 000 polisi. Bersamaan melejitnya ketenaran Baek, anggaran kita hendak makin turun. Siapa yang suka itu?” jelas nya.
Mendengar itu, Sun Mi merasa tidak menyangka kalau Shin Woong nyatanya beranggapan hingga semacam itu.“ Saya cuma berupaya menangkap pelakunya,” jelasnya dengan jujur.
“ Saya tidak menyuruhmu mencari penjahatnya. Saya cuma memintamu buat cermat. Kalian tidak butuh melindungi Baek. Paham?” tanya Shin Woong dengan tegas.
“ Saya tidak hendak melindungi siapa juga yang melaksanakan kejahatan,” jawab Sun Mi.
Shin Woong merasa puas mendengar jawaban Sun Mi. Ia membagikan suatu amplop coklat kepada Sun Mi serta Sun Mi juga membuka dan membaca dokumen‘ Laporan Intelijen Tubuh Intelijen’ yang terdapat di dalam amplop itu.
Itu merupakan data mendetail tentang Dong Baek.“ Apakah ada jawabannya di dokumen ini?” tanya Sun Mi, mau tahu.
“ Tidak.”
Dong Baek, Kyung Tan, serta Se Hoong, berangkat ke sesuatu tempat bersama- sama.
Shin Woong menarangkan kalau mereka tahu tentang Dong Baek sebanyak publik. Ia membagikan dokumen tersebut kepada Sun Mi, sebab ia mau Sun Mi buat mencari tahu apa yang mereka tidak tahu.
Mendengar itu, Sun Mi paham." Dong Baek, Kantor Polisi Seobu, SD Chungang"
Distasiun kereta Dong Baek. Seseorang anak laki- laki duduk di bangku tunggu. Ia memandang kosong ke arah langit. Matanya mempunyai bundaran gelap, seakan ia kurang istirahat. Tangan serta badannya nampak gemetaran.
Seseorang petugas kereta mendekati anak tersebut serta berdialog kepadanya. Tetapi anak tersebut tidak menanggapi serta cuma diam. Setelah itu tiba- tiba anak tersebut pingsan. Serta dengan panik, petugas kereta berteriak memanggil pertolongan.
Dong Baek mencermati lukisan malaikat serta manusia yang terletak di gedung doa. Ia menarangkan kalau struktur wajah di lukisan tersebut sama semacam yang sempat dilihatnya. Dengan penasaran, Kyung Tan bertanya, dimana.
“ Akan kuberi tahu disaat waktunya datang,” kata Dong Baek, misterius.
“ Kapan itu?” tanya Kyung Tan.“ Jawab saya,” desaknya.
Se Hoong bawa petugas gedung. Petugas gedung menarangkan kalau 2 hari kemudian suatu mobil van tiba serta bawa lukisan tersebut. Setelah itu mereka mau mengembalikannya, tetapi mereka tidak tahu nomornya. Dan tampaknya Ki Serta menggemari lukisan tersebut, karena Ki Serta tersenyum serta memandang lukisan tersebut sepanjang berjam- jam.
“ Orang itu menghinanya dengan melukis palu cakar,” gumam Dong Baek, mencermati palu yang dipegang oleh malaikat.
“ Kalian benar. Ini aneh,” kata Se Hoong sepakat.
Petugas gedung tiba- datang menyadari terdapat suatu yang aneh pada lukisan tersebut. Ia mengingat dikala ia awal kali membuka lukisan tersebut dari pembungkus nya. Serta perlengkapan yang di pegang oleh malaikat pada lukisan tersebut tidaklah palu, melainkan suatu pedang. Ia percaya.
Mendengar itu, Dong Baek memandang lukisan tersebut dengan lebih seksama serta setelah itu ia menyadari suatu.“ Terdapat 2 lapis. Pembunuhnya merobeknya,” jelas nya.
Diruangan media. Sun Mi menyelidiki Dong Baek. Pada umur 7 tahun, Dong Baek ditemui di stasiun desa. Dikala itu Dong Baek tidak dapat bicara serta tidak tahu namanya sendiri. Sehingga masyarakat membagikan nama kepada nya cocok nama stasiun.
Dong Baek setelah itu di pindahkan ke sebagian sarana buat penyandang cacat. Kemudian masuk ke panti asuhan. Tidak terdapat yang menonjol dari Dong Baek hingga ia berusia. Dong Baek memberitahu publik soal kekokohannya pada dikala ia berumur 20 tahun. Dong Baek setelah itu menolak seluruh tawaran kerja, serta jadi Detektif.
Sun Mi merasa terdapat suatu yang aneh.“ Mengapa ia membuat keputusan yang tidak rasional semacam itu?” tanyanya. Serta tidak terdapat yang dapat menanggapi.“ Tidak terdapat yang mengenalnya dari masa kecilnya. Apalagi saat ini, dikala ia jadi bintang di segala dunia.”
Bong Kook menyela perkataan Sun Mi. Ia memberitahu kalau ia memiliki rekaman yang membenarkan alibi Dong Baek pada malam itu. Ini pula merupakan rekaman yang dirilis oleh Regu kabar. Dengan sungguh- sungguh, Sun Mi menyaksikan rekaman tersebut.
Kyung Tan merumuskan kalau tampaknya pengirim lukisan tersebut merupakan Pembunuh nya. Tetapi ia tidak paham, mengapa Pembunuh mengambil efek semacam ini. Serta Dong Baek menduga jika Pembunuh mau menantang mereka.
“ Itu van pengiriman biasa, jadi, akan perlu waktu buat melacaknya. Tidak terdapat kamera CCTV di dekat area ini,” kata Se Hoong, memberitahu.
Bunda perempuan A tiba serta mengusir Dong Baek, Kyung Tan, serta Se Hoong buat berangkat, karena baginya sebab mereka bertigalah Ki Serta dibunuh. Serta mereka juga mengiyakan dan berangkat darisana.
“ Dasar iblis,” umpat Bunda perempuan A.
Dikala Dong Baek, Kyung Tan, serta Se Hoong, sudah pergi menghindar dari ruangan tersebut. Perempuan A tiba mendatangi mereka serta berkata kalau ia ada memandang van pengiriman itu.
Ditaman. Perempuan A menarangkan dengan bergairah kalau ia tidak terdapat memandang no plat Van pengiriman tersebut. Tetapi ia memandang no yang tertempel disitu, sebab ditulis sangat besar. Tetapi ia pula tidak ketahui nomornya. Sebab seperti itu ia mau Dong Baek buat memindai ingatannya.
Kyung Tan merasa jengkel serta menasehati perempuan A buat jangan bermain- main. Tetapi Dong Baek sepakat. Serta mendengar itu, perempuan A merasa bahagia, tetapi ia memiliki satu ketentuan, ia ingin ketahui no telpon‘ nya’.
Awal mulanya Se Hoong merasa yakin diri, ia mengira perempuan A memohon no‘ nya’, karena ia yang sangat tampan. Tetapi sayangnya, perempuan A menarangkan kalau‘ nya’ yang ia iktikad merupakan oppa( kakak) Dong Baek. Bukan Ajhussi( Pak Tua) Se Hoong. Mendengar itu, Se Hoong merasa jengkel padanya.
“ Hei, saya 2 tahun lebih muda darinya. Saya bisa jadi nampak semacam ini…” kata Se Hoong, mau menarangkan buat membela diri.
Tetapi Dong Baek langsung menyela Se Hoong.“ Cuma itu yang kalian butuhkan?”
“ Ayo jalani dengan caraku,” jawab perempuan A sembari tersenyum malu- malu.
Sun Mi mendapatkan suatu yang aneh dalam video Dong Baek. Sensor lampu tangga di lantai 3 serta lantai 4 menyala 2 kali. Awal jam 12, kedua jam 4 pagi. Sun Mi menduga jika dalam jangka waktu 4 jam Dong Baek dapat pergi ke tempat peristiwa serta bisa jadi saja Dong Baek keluar dari apatermen lewat atap.
“ Ia berangkat melalui atap,” kata Sun Mi, percaya.
Perempuan A memeluk Dong Baek dengan bermacam pose serta menfoto seluruh itu. Dong Baek diam membiarkan nya sembari menutup mata nya buat fokus mengecek ke dalam ingatannya. Dengan malas, Se Hoong menolong memotret perempuan A.
Dong Baek sukses memandang no telpon yang tertera di mobil van." Pengiriman Daegook"
Dikala Sun Mi berjalan menaiki tangga, lampu sensor yang terletak di tangga menyala secara otomatis. Serta memandang itu, Sun Mi juga jadi lumayan percaya dengan tebakannya. Sesampainya diatas atap, ia mencermati segala temapt. Ia membayangkan Dong Baek melompat ke atap gedung lain. Sehingga para reporter yang terletak di dasar apatermennya tidak hendak ketahui.
“ Ia dapat berangkat ke mana saja serta menjauhi kamera,” kata Sun Mi, menduga.
Kala Sun Mi berkata itu, Lim menarangkan kalau ia sangat membenci nyali Dong Baek, tetapi ia percaya jika tebakan Sun Mi itu tidak bisa jadi terjalin. Karena tidak bisa jadi Dong Baek melompat di tengah malam. Satu kesalahan, hingga Dong Baek dapat mati.
Inspektur A sepakat dengan Lim. Pula ia ketahui jika Dong Baek membenci pembunuhan, hingga dari itu Dong Baek tidak bisa jadi melaksanakan itu. Jadi ia mau Sun Mi buat menghilangkan anggapan ini dulu. Mendengar itu, Sun Mi diam serta berpikir.
Inspektur B tiba. Ia memperlihatkan hasil uji darah para saksi yang telah keluar. Terdapat sedikit gas tidur pada korban.
“ Bila mereka kehabisan pemahaman sebab gas itu…” kata Inpektur A.
“ Itu berarti bukan sebab kekuatan luar biasa Baek,” sambung Inspektur B.
“ Apa itu berarti ia bukan terdakwa lagi?” tanya Lim.
“ Mengapa kalian nampak bahagia sekali? Kukira kalian membencinya,” goda Inspektur B, mendengar persoalan itu. Serta Lim terdiam.
“ Kita masih hendak mencurigainya,” kata Sun Mi, masih tidak yakin dengan Dong Baek.“ Tanyakan saja,” jelas nya. Kemudian ia juga berangkat.
“ Baik, Bu,” jawab Inspektur A dengan patuh.
Asisten Periset tiba menemui Periset yang mengecek keadaan Dong Baek. Ia berbisik kepadanya, sebab lagi terdapat rapat. Ia memberitahu kalau Sun Mi tiba serta mau mengantarkan suatu.
Sun Mi berdiri diluar ruang rapat serta membagikan salam kepada Periset.
Peniliti memberitahu Sun Mi kalau terdapat 12 kepala kedokteran yang menanggulangi Dong Baek, dan ditambah dengan depatermen Neurologi jumlahnya menggapai 40 orang. Ditambah anggota staff jumlahnya menggapai 400 orang.
Ditambah di International jumlahnya menggapai 4. 000 orang. Serta menekuni Dong Baek merupakan sesuatu kehormatan dan peluang untuk mereka. Jadi dokter mana yang ingin kehabisan kesempatan sekali seumur hidup dengan membagikan data kepada detektif yang mereka tidak tahu. Bagi nya itu tidak masuk ide.
Mendengar itu, Sun Mi terdiam serta berpikir. Setelah itu ia bertanya, gimana apabila ia bawa pesan perintah, apakah Periset masih hendak menolak buat bekerja sama.
“ Kalian bisa jadi menanyakan ini sebab itu mustahil,” kata Periset, tidak bahagia.
“ Terima kasih telah mengosongkan waktu,” balas Sun Mi dengan tenang serta sopan. Setelah itu ia juga bernazar berangkat, tetapi kemudian ia berlagak seakan baru teringat suatu. Jadi ia menyudahi serta bertanya,“ Omong- omong, kalian tidak sempat bertanya mengapa saya terpaksa mengatakan bawa pesan perintah.”
“ Itu sebab…”
“ Apa sebab kalian telah ketahui kalau Detektif Dong dapat beresiko?” tanya Sun Mi sembari mencermati respon Periset.
“ Sama sekali tidak,” jawab Periset sehabis terdiam sesaat.
“ Terima kasih atas bantuanmu,” balas Sun Mi dengan raut puas.
Sun Mi mengingat informasi Dong Baek yang di bacanya." Laporan Perpindahan Dong Baek. Dirawat di Pusat Kedokteran Nasional. Sebab alibi yang tidak dikenal.”
“ Mereka menyembunyikan suatu,” pikir Sun Mi dengan percaya.
Sun Mi mendatangi ruang monitor Kamera pengaman. Ia mau memandang rekaman dikala Dong Baek dirawat sampai Dong Baek dipulangkan. Kang Il Gook, petugas Kamera pengaman, awal mulanya ia menolak serta menginginkan pesan perintah. Tetapi sebab Sun Mi ketahui jika ia terdapat memberikan data Dong Baek keluar, hingga ia juga jadi khawatir.
Il Gook memperlihatkan video rekaman nya. Dong Baek keluar dari dalam kamar rawat serta mengarah ke arah tangga. Memandang itu, Sun Mi menduga, apakah bisa jadi Dong Baek menemui seorang disitu. Serta Il Gook menanggapi kalau ia tidak ketahui, tetapi yang ia ketahui merupakan dikala ia berangkat buat mengecek, Dong Baek lagi berdiri sendirian di depan jendela.
“ Apa itu?” tanya Sun Mi sembari memandang lebih jelas. Didalam video, dikala Dong Baek bangun, ia mengambil suatu pena.
Sun Mi berangkat ke tangga darurat. Di bilik tempat Dong Baek bersandar, ia memandang suatu ciri yang ntah apa iktikad nya. Ia membayangkan gimana kondisi Dong Baek dikala menggambar itu.
Inspektur A( Min Sung Han) menghubungi Sun Mi serta memberi tahu kalau Dong Baek bergerak lagi.
Dong Baek, Kyung Tan, serta Se Hoong, mengujungi industri pengiriman. Supir van menarangkan kalau benar 2 hari kemudian ia terdapat membawakan suatu lukisan, tetapi ia tidak memandang wajah pengirimnya. Ia mengambil lukisan tersebut di komplek vila. Yang aneh nya merupakan pengirim tidak mau ia buat meninggalkan jejak, pengirim bilang itu sumbangan dengan nama anonim ataupun semacam nya. Apalagi pengirim tidak menuliskan no penerima nya. Jadi ia pernah kesulitan pula.
Dong Baek, Kyung Tan, serta Se Hoong, mendatangi vila yang diartikan. Sehabis diselidiki itu merupakan vila kepunyaan Jaan Industries. Suatu industri yang baru- baru ini masuk ke kabar. Dikala hingga di depan pintu vila, nyatanya pintu tidak terkunci. Dengan hati- hati, Dong Baek juga membukanya. Sedangkan Se Hoong berangkat ke pintu balik buat menyelidiki.
Dong Baek masuk ke dalam vila bersama dengan Kyung Tan. Dikala masuk ke dalam, mereka berdua nampak sangat kaget dengan apa yang terdapat di depan mereka.
Seseorang perempuan tua( sesungguhnya ia merupakan perempuan muda yang jadi tua, sebab meminum toksin) ia wafat di atas meja kerja. Kaki perempuan tua tersebut di rantai. Dan terdapat botol obat di dekat nya. Di atas meja kerja terdapat suatu koran serta angka bercorak merah yang ditulis diatasnya." Setiap hari Kyunghan" 16669- 19. Pula terdapat suatu foto laki- laki memegang palu dengan ujung yang tajam diatas nya.
“ Namanya Yeom Hwa Ran. Umurnya 30 tahun serta lajang. Orang tuanya di luar negara,” kata Se Hoong, memberitahu data yang ditemuinya.
“ Apa ia dituntut minum alkohol metanol?” tanya Kyung Tan, mencermati mayat Hwa Ran.
“ Ia cuma menggambar selagi dirantai,” jelas Dong Baek.
Hwa Ran yang lagi menggambar merasa kehausan, ia meminta memohon air kepada seorang yang terdapat dihadapannya. Karena ia tidak dapat bergerak sebab rantai yang menahan kakinya. Serta orang yang terletak di depannya itu membagikan botol alkohol metanol kepadanya. Menerima itu, Hwa Ran merasa ragu, tetapi sebab haus, hingga ia juga meminumnya.
Orang didepan Hwa Ran. Ia mengenakan baju serba gelap. Apalagi ia pula mengenakan sarung tangan.
Kyung Tan merasa bersimpati kepada Hwa Ran. Serta Se Hoong menggambarkan suatu permasalahan, terdapat keluarga cacat yang tewas sebab pengemudi mabuk. Pengemudi tersebut tidak menempuh hukuman seharipun sehabis menewaskan keluarga pemulung. Serta pengemudi tersebut merupakan Hwa Ran.
“ Apa ini kejahatan sebab dendam?” tanya Kyung Tan, menduga.“ Saya penasaran mengapa badannya tidak bau,” katanya, bertanya- tanya.
“ Benar pula,” kata Se Hoong, tersadar.
“ Badannya membusuk lama- lama sebab ia kehilangan cairan tubuh,” jelas Dong Baek.
Selagi mereka bertiga berdialog. RIU dalam ekspedisi mendekat ke vila. Mereka dapat kilat hingga, sebab sedari tadi mereka sudah menguntit Dong Baek. Karena RIU masih curiga kepada Dong Baek. Mengenali perihal tersebut, Kyung Tan merasa jengkel serta berlagak seakan mau memarahi regu RIU. Tetapi dikala Sun Mi masuk ke dalam vila, ia langsung berlagak sopan serta ramah.
“ Lagi apa kamu di TKP sementara itu Forensik belum tiba?” tanya Sun Mi.
“ Saya melaksanakan investigasi utama dengan Detektif Dong serta Detektif Oh,” jawab Kyung Tan.“ Dengan pengarahanku yang pintar serta kerja sama regu yang kokoh, kami dapat menciptakan TKP ini. Kami yang awal menciptakannya.,” jelas nya dengan bangga.
“ Keluar. Kami lagi menghalangi TKP,” balas Sun Mi dengan tegas. Tanpa mencermati Kyung Tan.
Dong Baek mendekati Sun Mi serta menarangkan kalau baginya ini merupakan permasalahan pembunuhan yang sama dengan Ki Serta. Ini permasalahan pembunuhan berantai.
Sun Mi diam, ia semacam tidak mencermati Dong Baek. Ia fokus memandang lukisan yang terdapat di hadapan nya. Ia mendekati lukisan tersebut buat memandang lebih jelas. Itu semacam lukisan seorang yang menewaskan dengan metode menusuk nya.
Memandang perilaku aneh Sun Mi, seluruh orang merasa heran.
Data tentang Hwa Ran. Ia tertangkap 3 kali selagi menyetir dalam kondisi mabuk. Ia dirawat di kamar VIP rumah sakit hingga dipulangkan. Korban tabrakan nya merupakan orang tua tuna pendengaran serta bocah lelaki, mereka wafat di tempat. Pengacaranya merupakan mantan hakim, ia melaporkan jika Hwa Ran edan sedangkan serta kemudian menggapai konvensi. Perkaranya, sehabis sidang, Hwa Ran menghina korban dengan membuka sebotol sampanye.
Orang yang sepakat berdamai merupakan Bunda korban yang pikun. Pengacara merekam Bunda korban bagaikan fakta, kemudian menyebarkannya. Direktur rumah sakit menerima 10. 000 dolar. Serta Bunda korban cuma menerima 1. 000 dolar saja. Direktur apalagi setelah itu mengambil 1. 000 dolar itu pula.
Sehabis itu, banyak orang di Internet yang melaporkan mau menewaskan Hwa Ran. Serta mengecam staf rumah sakit, hakim, dan jaksa. Sebab itu, orang tua Hwa Ran memperkerjakan bos boneka serta mengundurkan diri. Sedangkan Hwa ran mengunci diri di vila.
Mencermati laporan tersebut, seluruh orang merasa jengkel kepada Hwa Ran.
“ Lekas cari ketahui apa makna angka itu,” perintah Sun Mi.
“ Baik, Bu. Saya hendak lekas mengawalinya.”
Sebab ini merupakan vila akhir minggu, hingga seluruh vila kosong. Apalagi vila disebelahnya pula telah kosong sepanjang setahun, sebab pemiliknya terserang strok. Mendengar data tersebut, Sun Mi memerintahkan buat mengecek saksi terlebih dulu.
Dong Baek mendengus geli. Karena 20 orang yang terletak di hadapan Ki Serta saja tidak dapat mengingat apapun, jadi gimana dapat terdapat saksi. Ia kemudian menawarkan suatu anjuran kepada Sun Mi. Tetapi Sun Mi langsung menolaknya.
“ Kalian hendak menyesali ini,” kata Dong Baek. Kemudian ia berangkat bersama dengan Kyung Tan serta Se Hoong.
“ Mungkinkah itu milisi sipil?” tanya Lim, menduga.“ Park Ki Serta serta Yeom Hwa Ran pantas mati,” jelasnya.
“ Terdapat alibi buat menewaskan mereka,” reaksi Inspektur B, sepakat.
“ Benar sekali. Mereka menghukum keduanya mengambil alih para korban,” kata Inspektur A, sepakat pula.
“ Jangan berprasangka. Fokuslah pada TKP,” perintah Sun Mi. Serta seluruhnya mengiyakan.
Sun Mi mencermati angka merah yang tertulis di koran.
Terima Kasih Anda sudah membaca Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 5 Part 1.
Original Network : tvN
Seperti apa cerita selanjutnya ? Saksikan Hanya di tvN
*Sinopsis Kadang tidak sama persis dengan Penayangan ditvN jadi Silahkan Lihat Episode Sebelum atau Selanjutnya*




Post a Comment