Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 4 Part 2

Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 4 Part 2

Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 4 Part 2 || Sun Mi mempersilahkan Dong Baek, Kyung Tan, serta Se Hoong buat masuk ke dalam kantornya. Tetapi ia melarang Ji Eun buat turut masuk.

Didalam ruang rapat. Sun Mi menarangkan kalau Ki Serta telah membakar seluruh fakta pembunuhan, tetapi ia percaya kalau masih terdapat yang belum dibakar. Ki Serta cuma membakar fakta yang di ingat nya, oleh sebab itu ia mau mencari fakta yang tidak diingat oleh Ki Serta.

“ Omong kosong apa itu?” pendapat Kyung Tan.

“ Awal, kita hendak mencatat seluruh yang dilihat Detektif Dong. Sehabis itu, kita hendak berupaya mencari apa yang kurang,” kata Sun Mi, menarangkan.

“ Saya tidak memindai seluruhnya. Saya tidak pernah, jadi, cuma 2 pembunuhan terakhir yang kulihat,” balas Dong Baek. Serta Sun Mi tidak permasalahan.

Diawali dengan Kim Seo Kyung. Yang bertugas mempersiapkan serta mensterilkan merupakan Han Man Pyeong. Ia mengikat Seo Kyung di tempat tidur, kemudian memakaikan jubah putih kepada Ki Serta dan sarung tangan pula kepadanya. Setelah itu saat sebelum menewaskan, Ki Serta senantiasa berkhotbah. Ia merasionalkan perbuatan nya buat Man Pyeong serta dirinya sendiri.

“ Berapa lama? Total khotbah serta pembunuhan itu,” tanya Sun Mi.

Dong Baek mengingat ketakutan serta jeritan Seo Kyung. Serta ia merasa pusing mengingat itu. Memandang kondisinya, Kyung Tan merasa takut.“ Satu jam buat Kim Seo Kyung. Lebih dari 10 menit buat Yoon Ye Rim,” jelas nya.

“ Ia dikejar waktu sebab saya,” gumam Sun Mi, merumuskan.“ Hasrat intim serta sensasi pembunuhan dipadukan buat mengoptimalkan sinergi. Siapa yang mensterilkan?”

“ Kondom digulung di sarung tangan,” jelas Dong Baek.

Sehabis berakhir menewaskan korban, Ki Serta membebaskan jubah putih serta sarung tangan yang dipakainya. Setelah itu ia berangkat melewati jalur hutan. Serta sesampainya dirumah, ia hendak membakar seluruhnya.

“ Tetapi saya tidak paham,” kata Kyung Tan.“ Ia mensterilkan dirinya, tetapi membuang mayatnya dengan gegabah.”

“ Ia pamer,” balas Dong Baek.

Dong Baek menggambarkan titik- titik mayat dibuang. Kemudian ia menghubungkan titik- titik tersebut serta terbentuklah suatu foto. Ki Serta mau mengisyaratkan kelahiran kerajaannya, sebab itu Ki Serta berencana buat menewaskan 13 orang. Mengenali itu, Kyung Tan sangat merasa jengkel serta mau mencari pistol nya.

“ Mengapa Kim Seo Kyung dibuang hidup- hidup? Gimana bila ia pulih?” tanya Sun Mi, heran. Serta mendengar itu, Kyung Tan juga duduk kembali dengan tenang buat mencermati.

“ Jangan membuangnya di tempat yang sangat terpencil,” kata Ki Serta, memberitahu Man Pyeong, sehabis berakhir menewaskan Seo Kyung.“ Tidak hendak mengasyikkan bila ia terlambat ditemui,” jelasnya.

Man Pyeong memasukkan mayat Seo Kyung ke dalam mobil. Tetapi tiba- datang ia merasa suatu yang aneh. Serta dikala ia mengecek nadi Seo Kyung, ia merasakan jika Seo Kyung masih hidup.

“ Han Man Pyeong membiarkannya hidup. Park Ki Serta mengetahuinya setelah itu,” jelas Dong Baek.“ Han Man Pyeong bukan psikopat.”

“ Seperti itu yang terjalin dikala orang bodoh mempunyai kepercayaan yang kokoh,” pendapat Kyung Tan.

“ Ia percaya para korban hendak ditebus lewat hukuman Park Ki Serta,” pendapat Sun Mi.

Sun Mi mem- print hasil dialog mereka seluruh. Serta kemudian Se Hoong memberikan itu kepada masing- masing. Sun Mi menarangkan kalau ia mau mereka buat melupakan seluruh prasangka serta memandang dengan sudut pandang yang baru, bukan telah pandang nya ataupun Dong Baek.

“ Ini semacam memainkan Cari Perbedaannya.,” kata Kyung Tan.“ Ini keahlianku.”

Mereka berempat berkeja sama serta mendiskusikan ulang seluruhnya. Mereka bekerja hingga larut malam, apalagi hingga matahari bersinar cerah.

Didalam kamar mandi. Dong Baek cuci mukanya serta memandang dirinya sendiri di kaca.

Dikala Dong Baek kembali ke ruangan, Sun Mi menganjurkan seluruhnya buat menyegarkan diri serta berkumpul kembali nanti. Tetapi tiba- datang Se Hoong menciptakan suatu yang janggal.

“ Sehabis menewaskan Seo Kyung, ia membakar 13 benda di perapian. Dari pakaian berolahraga sampai ransel,” jelas Se Hoong.“ Tetapi sehabis menewaskan Ye Rim, ia cuma membakar 12. Sarung tangan lateksnya lenyap. Sarung tangan lateks tempat ia menggulung kondomnya. Saya penasaran apakah kalian kurang ingat menyebutkannya,” katanya.

Mendengar itu, Dong Baek mulai mengingat kembali dengan lama- lama.“ Tunggu. Ia tidak membakarnya,” katanya mengingat.“ Gimana bila ia jatuhkan di sesuatu tempat?”

“ Hingga Han Man Pyeong hendak membuangnya,” jawab Sun Mi.

“ Gimana bila tergeletak di sesuatu tempat?” tanya Dong Baek.“ Sarung tangan itu dapat saja jatuh ke celah ataupun pipa air.”

“ Pantas ditilik,” balas Sun Mi.

Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 4 Part 2 - Se Hoong berpendapat, seandainya mereka sukses menciptakan itu, hingga mereka hendak memiliki DNA korban serta DNA Ye Rim. Mendengar itu, Dong Baek serta Sun Mi lekas berangkat ke tempat peristiwa.

“ Bangunkan Kapten Koo serta mendatangi regu forensik,” kata Dong Baek dengan terburu- buru.

“ Serta memohon berapa petugas?” balas Se Hoong.

“ Seluruhnya!”

Diruang dasar tanan. Dong Baek serta Sun Mi sukses menciptakan sarung tangan yang mereka cari didalam lubang saluran air, tetapi mereka tidak dapat mengambilnya serta wajib menunggu pakar forensik.

Tiba- datang dikala mereka lagi membicarakan itu, atap diatas mereka berbunyi.

Dong Baek serta Sun Mi keluar dari dalam ruang dasar tanah. Serta nyatanya lagi terdapat pekerja konstruksi dan pengacara Park yang mau menghancurkan ruang dasar tanah. Pengacara Park menarangkan kalau ia tiba mewakili owner tempat ini. Serta Sun Mi menanggapi kalau pemiliknya telah wafat.

“ Ia meninggalkan wasiat yang melaporkan kalau seluruh asetnya hendak diserahkan ke klienku,” jelas Pengacara Park.

“ Siapa itu?” tanya Sun Mi.

“ Cari ketahui sendiri,” balas Pengacara Park. Kemudian ia memanggil pekerja konstruksi.“ Saat ini, bekerjalah. Maju!” perintahnya. Serta Sun Mi marah.

Pengacara Park mau menutup ruang dasar tanah dengan alibi mereka mau memantapkan tanah dengan beton. Sun Mi serta Dong Baek merasa marah, mereka berdua menegaskan Pengacara Park buat tidak boleh mengganggu TKP, sebab bila Pengacara Park melaksanakannya, hingga Pengacara Park serta seluruh pengikutnya hendak ditangkap. Tetapi Pengacara Park tidak hirau, karena ia ketahui jika Dong Baek lagi di skors.

“ Kami dari Unit Investigasi Metropolitan. Minggir ataupun ditangkap,” ancam Sun Mi.

“ Tetapi timmu telah dibubarkan,” balas Pengacara Park sembari mendengus menyepelehkan.“ Dasar pecundang,” ejek nya.

Dong Baek menduga jika Pengacara Park tentu dikirim oleh Ki Serta buat tiba ke mari. Pas dikala itu, seorang tiba serta orang itu merupakan Kepala Im dari kejaksaan daerah Utara. Pengacara Park menghadirkan Kepala Im bagaikan orang yang bertanggung jawab.

“ Kalian?” kata Dong Baek, tidak menyangka.

“ Ini pertemuan awal kita?” tanya Kepala Im sembari menampilkan kartu namanya kepada Sun Mi." Firma Hukum Hwang serta Ann, Pengacara Im Joong Yeon"

“ Pengacara?” tanya Sun Mi, heran.

“ Berkat kalian, saya dituntut memilah karier ini,” jawab Kepala Im sembari memandang ke arah Dong Baek.

“ Tetapi kalian hendak lekas dipenjara,” balas Dong Baek.

“ Tidak bersalah hingga teruji bersalah. Hendak perlu dekat 3 tahun supaya majelis hukum dapat memutuskan. Saya tidak dapat menyudahi hidup sepanjang bertahun- tahun, bukan?” balas Kepala Im, tenang.

Dong Baek merasa sangat marah. Ia mau melanda Kepala Im, karena Ye Rim mati sebab Kepala Im. Tetapi saat sebelum Dong Baek pernah memegang Kepala Im, para pengikut Kepala Im menahan Dong Baek ditanah. Termaksud dengan Sun Mi pula.

“ Itu merupakan penistaan serta fitnah,” kata Kepala Im dengan sinis. Serta Dong Baek mengecam hendak menewaskan Kepala Im.“ Saya hendak meningkatkan tuntutan ancaman,” balasnya.

“ Mengacaukan TKP merupakan kejahatan!” kata Sun Mi, menegaskan.

Kepala Im memandang Sun Mi serta menanyakan, dimana pesan perintah Sun Mi. Serta Sun Mi tidak dapat menanggapi, karena ia tidak memilikinya.

“ Jangan berdiri saja. Membawa mereka keluar,” perintah Kepala Im kepada para pengikutnya.

Dong Baek serta Sun Mi berupaya buat membebaskan diri mereka dari pegangan para pengikut Kepala Im. Tetapi sayangnya mereka tidak dapat. Jadi dengan sangat menyedihkan, mereka cuma dapat memandang dikala petugas konstruksi memasukkan semen ke dalam ruang dasar tanah.

“ Tidak!” teriak Sun Mi.

Kepala Im berterima kasih, sebab Ki Serta sudah membagikan peluang buat nya. Serta Ki Serta merasa puas mendengar itu. Ia menanyakan, berapa yang Kepala Im butuhkan buat menuntaskan pekerjaan ini. Serta Kepala Im menanggapi dengan yakin diri, ia menanggapi duit muka 5 serta 5 lagi sehabis sukses.

“ Apa satuannya?” tanya Ki Serta, merasa ragu.

“ Juta, pasti saja,” jawab Kepala Im.

Ki Serta merasa tarif yang Kepala Im ajukan termaksud besar. Serta mendengar itu, Kepala Im tertawa, setelah itu ia menarangkan kalau ini tidaklah permasalahan kriminal biasa, tetapi tuduhan pembunuhan. Bila Ki Serta mau menabung buat merambah akhirat nanti, hingga tidak apa- apa.

“ Dulu kalian tidak sangat tertarik dengan duit,” pendapat Ki Serta.

“ Dikala kalian tidak dapat naik lebih besar, cuma satu perihal yang tersisa. Bila kalian serahkan kepadaku, kalian dapat hidup senang dengan tenang,” balas Kepala Im.

“ Pengacara pembela terbaik sejauh masa,” puji Ki Serta.“ Kita sepakati 9 saja dikurangi perpuluhan,” katanya berupaya bernegosiasi. Serta Kepala Im sepakat.

“ Kehidupan abadi,” seru mereka berdua dengan puas.

Didalam mobil. Kepala Im tertawa bahagia, sehabis ia sudah sukses menuntaskan tugas nya.

Didalam ruangan yang hitam. Seseorang Bunda yang penuh dengan darah terkurung di dalam suatu tempat kecil tanpa dapat bergerak. Didepannya ia memandang serta mendengar putranya menangis sembari memanggil- manggil.“ Ibu… Ibu… Ibu…” panggil nya.

Tetapi Bunda tidak dapat perbuat apapun. Setelah itu Bunda memandang suatu terror, seorang memegang palu besar serta semacam mau memukul. Bang!!

Dong Baek kaget dengan sinar yang tiba- datang menyinari matanya. Ia lekas menangkap tangan orang yang terdapat di hadapannya.

Dokter yang lagi mengecek keadaan Dong Baek merasa kaget sebab aksi Dong Baek.

“ Tenanglah, Baek. Kapten Koo membawamu kemari,” kata periset, memberitahu.

“ Berapa lama saya pingsan?” tanya Dong Baek.

“ 3 jam?”

“ Tetapi di luar hitam,” pendapat Dong Baek.

Peniliti memandang Dong Baek dengan heran.“ Kalian terbangun serta pingsan lagi. Kalian tidak ingat?” tanyanya. Serta Dong Baek memandang bimbang padanya.“ Kalian berdiri serta berjalan.”

“ Apa yang kamu…” kata Dong Baek, tidak paham.

Periset menujukkan video dikala Dong Baek bangun serta berjalan sendiri. Dong Baek keluar dari kamar serta duduk melamun ditangga sepanjang satu jam hingga Dong Baek di temukan. Mengenali perihal tersebut, Dong Baek membebaskan infus di tangan nya.

“ Ini dari gegar otak. Saya baik- baik saja saat ini,” kata Dong Baek, menarangkan.

“ Ini jauh lebih kurang baik daripada gegar otak. Kalian pingsan dikala memindai ingatan seorang tadinya. Terdapat permasalahan. Jangan memindai ingatan siapa juga hingga penyebabnya ditemui,” kata peniliti, menegaskan dengan tegas.

“ Saya wajib berangkat.”

Dikala Dong Baek baru saja mau berangkat, Se Hoong serta Kyung Tan tiba menemuinya. Mereka berdua memohon maaf, karena sudah terlambat tiba ke tempat peristiwa. Serta dengan lemas, Dong Baek duduk ditempat tidur kembali.

“ Para penjaga melukai diri mereka serta mengklaim kalian memukul mereka supaya kalian tidak dapat memberi tahu mereka,” kata Se Hoong, memberitahu kabar kurang baik yang lain.

“ Bahas pekerjaannya nanti,” kata peniliti, menegur Se Hoong serta Kyung Tan.

Sun Mi tiba ke kantor Shin Woong serta memohon buat diberikan wewenang. Kemudian ia hendak menangkap Ki Serta. Mendengar itu, Shin Woong menghela napas letih, serta menanyakan komentar Sun Mi, bagi Sun Mi, apa kedudukan polisi. Apakah buat menghancurkan kejahatan.

“ Kita wajib menghancurkan mereka sebisa bisa jadi,” jawab Sun Mi.

“ Itu masalahmu,” balas Shin Woong.“ Kalian sakit. Sebab kalian tidak tahan dikala memandang orang jahat. Polisi terdapat buat sedikit menyeimbangkan kondisi. Penyeimbang yang normal antara kebaikan serta kejahatan. Dengan begitu, kalian tidak hendak sakit,” jelas nya, menasehati.

Sun Mi tidak paham dengan iktikad Shin Woong. Serta Shin Woong dengan tabah juga menarangkan, baginya saat ini tidaklah waktu yang pas buat menghancurkan Ki Serta. Mendengar itu, Sun Mi masih tidak paham, dengan perilaku keras kepala ia senantiasa kekeh pada prinsipnya, ialah bagaikan polisi ia wajib menahan pembunuh serta membawanya ke majelis hukum.

“ Sesulit itukah?” tanya Sun Mi kepada Shin Woong.

Dong Baek bersiap- siap buat sidangnya.

Kyung Tan serta Se Hoong menunggu dibawah. Dikala Dong Baek keluar, mereka menatapnya dengan tatapan simpati. Serta dengan lemas, Dong Baek masuk ke dalam mobil.

“ Itu diucap" persidangan", tetapi sesungguhnya perburuan. Tujuannya merupakan mempermalukanmu daripada menguak kebenaran,” kata Se Hoong, memberitahu.

“ Ia bisa jadi lebih muda darimu, tetapi dengarkan ia,” kata Kyung Tan, menganjurkan Dong Baek.

Se Hoong menyuruh Dong Baek buat jangan mengaku kalau Dong Baek terdapat membaca ingatan orang tanpa persetujuan. Bila tidak, hingga Dong Baek hendak menerima hukuman.

“ Bila saya menolak?” tanya Dong Baek, lemas.

“ Mereka berencana memakai ini buat meloloskan UU yang melarang pemindaian ingatan,” jelas Se Hoong. Serta Kyung Tan sependapat dengannya.

“ Kalian wajib meminta supaya hakim berbelaskasihan di majelis hukum,” jelas Kyung Tan.“ Gimana bila kalian kehabisan lencanamu sebab keras kepala? Kalian ingin dikeluarkan dari kepolisian?”

“ Mengganti resiko jadi kesempatan. Ayo pakai kejadian ini bagaikan titik balik,” tambah Se Hoong.

“ Lupakan yang yang lain. Meminta sajalah,” tambah Kyung Tan.“ Meminta serta mintalah pada orang- orang berkuasa. Paham?” tanyanya. Serta Dong Baek diam, mengabaikan mereka berdua.

Diruang sidang. Banyak wartawan yang berkumpul. Disitu Dong Baek di tanya, apakah Dong Baek benar terdapat membaca ingatan seorang tanpa persetujuan. Serta Dong Baek mengiyakan dengan jujur, ia terdapat membaca ingatan orang tanpa persetujuan.

“ Pindaian tanpa pesan perintah merupakan perihal ilegal serta pelanggaran berat. Kamu sepakat?” tanya Jaksa.

“ Ya,” jawab Dong Baek.

Para warga yang menyaksikan sidang itu merasa ngeri. Mereka khawatir jika Dong Baek hendak memindai ingatan mereka.

Bunda pembersih satu menyaksikan kabar tersebut pula.

Ki Serta menyaksikan dengan perasaan bahagia.

“ Kamu hendak menuduh siapa juga atas kejahatan tanpa pesan perintah serta hal- hal semacam itu?” tanya Jaksa.

“ Tidak,” jawab Dong Baek.

“ Kamu percaya?”

“ Ya, aku percaya. Mulai esok,” jawab Dong Baek.

Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 4 Part 2 - Mendengar jawaban Dong Baek,‘ mulai esok’, seluruh orang merasa kaget serta heran. Dong Baek tersenyum serta berdiri. Ia memberitahu seluruhnya kalau masih terdapat tugas yang wajib di kerjakan nya hari ini. Kemudian ia mulai mengumumkan kejahatan Ki Serta.

“ Aku ketahui siapa Pembunuh Palu Cakar yang sesungguhnya,” kata Dong Baek. Serta para jaksa merasa panik.“ Pembunuh memilah wanita menawan serta mensponsori mereka. Sebagian tahun setelah itu, ia berbohong kalau mereka jadi jahat serta Han Man Pyeong menculik mereka.”

“ Jaga mulut Kamu!”

“ Ia bilang mereka hendak selamat,” kata Dong Baek, terus berdialog.“ bila mereka menerima badannya. Ia memerkosa mereka dengan kejam. Serta kesimpulannya, ia menghantam mereka dengan palu cakar. Kesekian kali hingga mereka mati.”

“ Menyudahi bicara!”

“ Ia menyembunyikan hasrat menjijikkannya bagaikan penyelamatan dari dewa. Namanya adalah…” kata Dong Baek dengan jawaban yang terencana di gantung. Serta seluruh orang merasa panik.

Sun Mi menyaksikan kabar tersebut pula. Ia nampak tegang.

“ Begitu menyebut namanya, Kamu hendak dipenjara!”

Meski diancam semacam itu, Dong Baek senantiasa berdialog,“ Namanya merupakan…”

“ Diam!”

“ Park Ki Serta,” kata Dong Baek.“ Kamu seluruh ketahui siapa ia! Ia pemimpin kultus populer, Park Ki Serta!” teriaknya, menegaskan.

Para warga kaget mengenali kabar mengejutkan tersebut.

Para petinggi serta jaksa marah kepada Dong Baek.

Para wartawan padat jadwal merekam.

Bunda pembersih satu kaget menyaksikan kabar tersebut.

“ Ia baru saja menghunuskan pedang bermata 2,” gumam Sun Mi.

“ Dasar…” umpat Ki Serta.

Dimedia. Para petinggi keluhan. Bila hukum ditegakkan dengan benar, hingga seluruh ini tidak hendak sempat terjalin. Artinya merupakan Dong Baek telah sepatutnya dari dahulu di tangkap. Karena aksi Dong Baek hari ini merupakan ilegal.

Host kegiatan memperoleh berita dari headset yang di pakainya. Jadi sebab itu, ia juga menyela perkataan keluhan para petinggi serta mengakhiri kegiatan kabar.“ Komentar para panelis tidak berkaitan dengan industri penyiaran,” jelasnya kepada warga.

Sesampainya dikantor, Ji Eun kaget memandang segala kantor sangat padat jadwal. Mereka padat jadwal disebabkan banyak warga yang marah serta mereka tidak menyudahi menelpon.

Kepala Im mengadakan wawancara buat melaksanakan klarifikasi.“ Kami hendak mengajukan gugatan pidana serta perdata. Kedua, Pak Park sudah memutuskan buat mundur dari jabatannya serta menghindar dari sorotan buat sedangkan meski para penatua gereja berupaya menghentikannya. Ia pula memintaku berikan ketahui warga negeri ini buat mendoakan supaya keadaan kurang baik Detektif Dong bisa membaik,” katanya dengan perilaku seakan ia orang yang baik serta tulus.

Menyaksikan kabar tersebut, seorang melemparkan telur di Televisi nya.

Ji Eun serta para reporter yang lain melaksanakan siaran di depan gedung tempat tinggal Dong Baek.“ Detektif Dong, yang umumnya tinggal di hotel, baru- baru ini pindah kembali ke tempatnya sendiri serta belum keluar semenjak peristiwa itu.

Sedangkan itu, permintaan buat menghukum Park Ki Serta diunggah di web website Rumah Biru. Cuma dalam sebagian jam, 3 juta orang menggemari unggahan itu. Itu menampilkan tingkatan partisipasi paling tinggi. Pagi ini, kejaksaan mengumumkan rencana mereka buat memohon pesan penangkapan buat Detektif Dong. Tetapi tampaknya mereka memutuskan buat mundur sebab sentimen publik.”

Didalam apatermen. Dong Baek meremas rambutnya dengan perilaku tekanan mental. Setelah itu dikala hpnya berbunyi, ia juga mengangkatnya.

Sun Mi menanyakan dengan atensi, apakah Dong Baek baik- baik saja. Serta ia pula mengucapkan terima kasih, karena sebab aksi Dong Baek, hingga ia sukses buat memperoleh pesan perintah. Jadi ia hendak lekas mencari fakta yang terkubur tersebut.

Mendengar itu, Dong Baek sama sekali tidak merasa bergairah.“ Mungkinkah itu?” tanyanya.

“ Saya 99 persen percaya. Saya hendak mendapatkannya sepanjang kami tidak membuat kesalahan besar,” jawab Sun Mi dengan yakin diri.

“ Tidak, bukan itu maksudku. Apa itu hendak diakui bagaikan fakta hukum?” tanya Dong Baek sembari mendengus geli.

“ Itu memiliki DNA Park Ki Serta, jadi, telah sewajarnya…”

“ Di negeri ini, ide sehat tidak berarti di majelis hukum.”

Sun Mi heran mendengar perkataan Dong Baek. Karena dulu Dong Baek merupakan laki- laki yang sangat gegabah. Kemudian ia juga mematikan telpon, sebab ia berpikir Dong Baek perlu istirahat.

Sehabis telpon mati, Dong Baek senantiasa diam tanpa semangat.

Pagi hari. Inspektur A serta B tiba ke tempat Dong Baek. Serta sebab panggilan mereka, hingga diapun terbangun.

Para fans menunggu Dong Baek dengan bergairah. Tetapi Dong Baek diam tanpa ekspresi.

“ Kita ingin kemana?” tanya Dong Baek dengan sungguh- sungguh.

“ Kalian hendak ketahui dikala kita datang.”

Sesampainya di tempat tujuan. Dong Baek kaget memandang mayat Ki Serta. Sun Mi memberitahu Dong Baek kalau Ki Serta dibunuh dikala fajar.

Seorang tiba dengan bawa palu. Ia berjalan mendekati Ki Serta serta memukulnya.

“ Saya mau kalian melaksanakan suatu untukku,” kata Sun Mi.“ Seluruh umat yang terdapat di situ tidak dapat ingat gimana Park Ki Serta dibunuh.”

“ Kalian berupaya menghancurkan hidupku, bukan? Saya telah nyaris ditangkap,” balas Dong Baek dengan perilaku malas serta tidak hirau.

“ Ini permintaan formal. Saya apalagi menemukan persetujuan tertulis,” balas Sun Mi.

“ Terdapat banyak saksi! Mengapa kalian membutuhkanku…”

Sun Mi mengabaikan penolakan Dong Baek serta memandang kedua inspektur. Mereka bawa Dong Baek buat berjumpa dengan seluruh orang disitu. Serta sehabis Dong Baek berakhir memegang seluruh orang, ia terduduk dengan lemas.

“ Tidak terdapat. Tidak terdapat di ingatan mereka,” kata Dong Baek dengan lemas.“ Seolah- olah terdapat yang menghapus adegan kematian Park Ki Serta dari ingatan mereka,” jelasnya, masih heran mengapa dapat begitu. Kepadahal ia memandang seluruhnya dengan jelas di dalam ingatan Ki Serta.

Sun Mi kaget mendengar itu.

Terima Kasih anda sudah membaca Sinopsis Memorist Drama Korea Episode 4 Part 2.