Sering-sering Makan Mie Instan Bisa Bikin Kita Obesitas

Sering-sering Makan Mie Instan Bisa Bikin Kita Obesitas

Sering-sering Makan Mie Instan Bisa Bikin Kita Obesitas - Akhir-akhir ini, Indonesia umumnya sedang di landa sedih ya, sering turun hujan. Hujan, benar-benar enak jika di barengin sambil makan sebentar. Makanan yang muncul di pikiran kita biasanya sup instan, yang sangat mudah untuk dibuat.

Tetapi pertama-tama saya teringat apa yang dikatakan orang tua saya, bahwa saya tidak boleh makan mie instan. Sebagai Anak yang taat, aku sih patuh aja. Bahkan, saya benar-benar ingin bertanya, 'Kenapa sih?'

Sambil bertanya-tanya mengapa saya tidak harus sering makan mie instan, saya menjelajahi internet di Google. Artikel pertama yang saya baca berasal dari Aladokter, yang membahas bahaya mie instan. Apakah mie instan berbahaya?

Secara umum, mie instan umumnya tidak memiliki sumber gizi yang baik. Kaya akan karbohidrat dan lemak, tetapi sangat rendah protein, serat, vitamin dan mineral. Juga dengan kandungan natrium atau natrium. MSG? Tentu saja. Bahkan, MSG dapat memicu reaksi alergi dengan gejala yang tidak terlalu baik.

Aladokter juga menambahkan bahwa mengemas mie instan juga bisa berbahaya. Soalnya, ada mie instan yang diisi dengan bahan styrofoam. Paket ini mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA), yang dapat mengganggu fungsi hormon.

Sering-sering Makan Mie Instan Bisa Bikin Kita Obesitas


Ilustrasi Wanita Makan Mie Instant © Rachata Teyparsit/Shutterstock

Jika menurut artikel Doktersehat, makan mie instan sering membuat kita Obesitas, merusak organ, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan bahkan merusak jaringan otak. Hasilnya bisa jangka panjang, bisa menyebabkan stroke, lumpuh.

Dan yang paling mengerikan, makan mie instan juga bisa menyebabkan kanker. Karena mie instan mengandung bahan kimia beracun dan pengawet seperti butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ).

Bahan-bahan ini lah yang membuat mie instan bisa bertahan lama di wajan dan bersifat karsinogenik. Meskipun sifat ini dapat menyebabkan asma, kecemasan, diare dan bahkan kanker.

Tapi jangan salah, Healthline melaporkan, mie instan mengandung nutrisi mikro yang bermanfaat. Sebut saja zat besi, mangan, asam folat, dan vitamin B.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, mie yang diperkaya zat besi sebenarnya dapat mengurangi risiko anemia.

Mie instan memang benar-benar nikmat, Tapi jangan makan terlalu banyak, apalagi menjadi makanan pokok dengan nasi. Meskipun mi instan dapat mengurangi risiko anemia, ada juga dampak negatif lainnya. Semoga bermanfaat.